beberapa postingan yang lalu saya menulis tentang Berbicara taqwa pada zaman sekarang. Masih ingat kan setiap khutbah sang Khotib akan selalu mengajak kepada jamaah untuk selalu meningkatkan Taqwa kita kepada Tuhan yang Maha esa.Namun kali ini sang khatib sungguh tidak Lanjutkan membaca ‘Khutbah Itu tidak menarik’
Arsip untuk Kategori 'Uncategorized'
sudah lama saya tidak menulis lagi. Menuliskan tentang apapun yang menjadikan kepala ini bertambah pusing tujuh keliling. Beberapa kawan saya pernah menanyakan tentang pentingnya kita menulis. Begitu pertanyaan itu muncul langsung saja saya menjawab sekenanya ” Biar Kepala Tidak Pusing “. Teman saya itu bingung. Sejenak termenung. mungkin memikirkan jawaban saya. kemudian ia menanyakan lagi tentang maksud jawaban saya. kemudian saya Lanjutkan membaca ‘Menulis…..!’
Hari Gini Masih Ngomong Taqwa?
Siapa sih yang tidak pernah mendengarkan ajakan untuk bertaqwa. Dalam setiap khotbah sang Imam tidak henti-hentinya selalu mengajak kepada seluruh jamaah jum’at untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajakan itu akan selalu kita dengar ketika khutbah sebelum sholat jum’at. Karena ajakan untuk bertaqwa merupakan salah satu rukun khutbah yang harus diucapkan oleh sang Imam. Dan yang pasti kata-kata bertaqwa yang sering ducapkan oleh imam adalah “ Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa”.
Ataupun disetiap pengajian baik itu tingkat kecil ( Desa ) hingga tingkatan yang lebih besar ( Negara ) bahkan setiap upacarapun kita dianjurkan untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kata Taqwa memang sudah menjadi ajakan yang wajib bagi seorang imam, kyai, pejabat, presiden ikut-ikutan ngomong tentang ajakan untuk bertaqwa. Bahkan anak-anak kecilpun juga ikut diajarkan berbicara tentang ajakan tersebut. Bagaimana seorang da’i kecil begitu fasih menyampaikan kepada pemirsa untuk selalu bertaqwa kepada yang diatas. Dengan gayanya yang khas mengikuti salah satu da’I kondang anak tersebut benar-benar memukau penonton.
Taqwa sering kali diartikan hanya sebatas peningkatan diri untuk selalu menjalankan segala perintanhNYa dan menjauhi segala larangannya. Namun pengertian Taqwa ini kerap kali diartikan sebatas menjalankan ibadah Mahdloh belaka atau ibadah Murni seperti sholat, puasa, zakat dan Haji. Kemudian meninggalkan laranganNYa diartikan meninggalkan segala apa yang tidak diperbolehkan oleh Tuhan. Ketaqwaan kepada Tuhan belum banyak diartikan sebagai Manusia makhluk sosial. Yaitu kholifah dimuka bumi yang dengan akal dan pikirannya manusia mampu menciptkan aturan-aturan ataupun hukum sebagai batasan-batasan norma bermasyarakat.
Taqwa bukan hanya melaksanakan ibadah Makhdloh ( murni ) belaka namun sebetulnya masih banyak yang harus dijalankan oleh umat Islam dalam menjaga Islam sebagai agama yang rohmatan lila’lamin. Tuhan telah menciptakan manusia sebagai kholifah ( pemimpin ) dimuka bumi. Dengan diangkatnya manusia sebagai pemimpin maka dialah yang membuat dan menentukan aturan-aturan yang berlaku dan sesuai dengan kondisi yang ada disuatu masyarakat dengan pertimbangan hukum-hukum Tuhan. Sehingga dengan adanya aturan yang diciptakan oleh manusia di bumi semakin menambah diakuinya manusia yang memiliki keinginan untuk hidup damai tanpa adanya tindakan yang merugikan satu sama lain. Hukum yang dibuat oleh manusia bertujuan untuk menciptakan rasa tentram, hidup rukun antar sesama. Taqwa adalah menghormati, menghargai kepada sesama tanpa memandang suku, agama ras.
Taqwa itu memberikan pendidikan yang murah sehingga sehingga warga yang miskin bisa ikut merasakan kenikmatan dalam sebuah proses belajar bersama. Taqwa itu tidak berlebih-lebihan dalam menumpuk harta karena masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Taqwa itu pemerataan harta kekayaan Negara untuk semua masyarakat , bukan untuk daerah pusat ataupun untuk orang-orang tertentu yang memiliki kekuasaan. Taqwa itu meningkatkan kesejahteraan umat dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat. Sehingga rakyat benar-benar merasakan hasil dari mereka membayar pajak.
Namun pada kenyataan yang terjadi kekuatan hukum yang diciptkan oleh manusia sebagai penjelmaan dari Hukum Tuhan tidak sepenuhnya dimaknai sebagai bentuk ketaqawaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap rakyat Miskin, semakin banyaknya orang-orang Miskin karena dibuat oleh sebuah sistem adalah beberapa contoh bahwa Umat Islam ( baca : Indonesia ) belum memaknai bahwa sebuah kebijakan ataupun undang-undang yang dibuat merupakan manifestasi dari Hukum Tuhan. Masih banyaknya umat Islam yang tidak patuh dengan aturan yang berlaku adalah sebuah kemunduran sebagai bangsa yang mengakui akan keberadaan Tuhan.
Dijalanan masih sering kita lihat bagaimana pengendara sepeda motor dengan melaju sepeda motornya dengan kencang tanpa memperdulikan warna merah bangjo sebagai tanda berhenti. Atau seorang kyai yang sudah tidak memperdulikan umatnya karena tersibukan agenda politik adalah sebuah cermin jika umat Islam di negeri yang mengakui ketuhanan ini tidak lagi mengakui ketaqwaan sebagai sebuah sikap yang perduli terhadap sesama. Taqwa itu bukan hanya urusan dengan Tuhan semata tapi juga urusan dengan semua makhluk yang ada dimuka bumi ini.
Premium memang sudah diturunkan, tapi bahan pokok masih tetap saja mahal. Bagaimana jika aturan ini diberlakukan karena semakin dekatnya agenda politik menuju kursi kekuasaan. Taqwa adalah membuat kebijakan tanpa memlihat sebuah situasi yang menguntungkan bagi diri sendiri. Tuhanpun tidak menyukai terhadap orang-orang yang menumpuk-numpuk harta ataupun membuat aturan yang menguntungkan diri sendiri. Karena hal itu bertentangan dengan agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin.
lama tidak berjumpa, kamarin malam tepatnya malam sabtu 09 Januari 2009 saya bertemu kembali dengan kawan lama saya yang sudah lama tidak bertemu dengannya. mereka datang berdua ke Kebumen untuk memenuhi selebaran yang aku kirimkan lewat sms. sebelumnya salah satu temanku itu pernah bertanya kepada saya ” Kalau ada acara budaya di kebumen tolong aku dikasih tahu “. kemudian aku langsung membalasnya begini ” Besok tanggal 00-10 jan akan ada parade Budaya di Kebumen. betapa gembiranya teman saya itu. karena sudah lama menantikan geliatnya kota Kebumen yang sepi dari aktifitas kebudayaan ( Drama, Teater, seni taradisional, dll ). Lanjutkan membaca ‘Bertemu’
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintangan untuk aku anakmu…
begitulah sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan oleh maestro Iwan Fals dalam salah satu lagunya. keistimewaan seorang ibu adalah bak intan permata yang tidak ada tandingannya dengan permata yang lain. Kata “Ibu ” memiliki makna yang dalam serta memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Dalam penciptaan makhluk di bumi, sosok ibu adalah makhluk yang harus ditempatkan dalam posisi teratas melebihi para makhluk yang lain. Tidak hanya Iwan Fals yang telah melegendakan lagu tersebut ternyata sosok ibu juga telah memberikan inspirasi bagi para seniman yang lain. sebut saja Ebit G. Ade…Melly Guslow, atau para penyair yang telah menemukan kata-kata yang terindah hanya untuk seorang ibu. Adalah termasuk golongan ahli neraka bagi orang-orang yang tidak mau menghargai sosok seorang ibu. Lanjutkan membaca ’selamat jalan ibu’
sebagai warga masyarakat yang baik kang Badrun selalu mengikuti segala kegiatan yang diadakan oleh desa ataupun pengurus RT tempat kang Badrun tinggal. Mulai dari kerja bakti massal hingga kagiatan rutinan sosial, keagamaan ataupun yang bersifat Nasional. Tidak hanya itu saja yang dialakukan oleh kang Badrun, tapi ia juga ikut membiayai kegiatan alias ikut iuran. “idep-idep nyumbang dan bekal di hari akhir” katanya.
Meskipun tidak banyak paling tidak Rp 5000 kang Badrun memberikan kepada kang Soleh petugas penarik iuran dengn panuh ikhlas. Lanjutkan membaca ‘Tradisi Kang Badrun’
Tanggal 17 Agustus telah berlalu. itu berarti gegap gempita dengan segala keramaian yang ada dengan berbagai perlombaanpun telah usai. Kemerdekaan Negara Indonesia yang sudah berumur enampulun tiga tahun adalah suatu perjalanan yang sangat panjang dan berliku-liku. Suatu perayaan yang selalu di isi dengan acara perlombaan dan upacara ini adalah sudah menjadi tradisi bangsa ini. dimana-mana bendera berkibar dengan penuh gagahnya. namun sepertinya setiap tanggal 17 Agustus datang, kang Badrun tidak merasakan gegap gempita di desanya. Desa Buluhsari kecamatan Puring Kebumen seperti hari-hari biasanya. Mereka tidak mempersiapkan apapun untuk menyambutnya. Mereka bekerja seperti hari-hari yang lalu pergi kesawah memanen padi atau memetik kangkung untuk kemudian dijual dipasar sebagai hasil tambahan membeli kebutuhan pokok. Lanjutkan membaca ‘Hayooooo siapa yang sudah merdeka’
selamat datang kepada para pengunjung dan pembaca blog saya. sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih kepada kawan-kawan semuanya yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah maya saya ini. Rumah ini adalah tempat belajar saya menulis, menuangkan segala keluh kesah, kegelisahan yang terjadi pada diri saya akan makna segala kehidupan yang sedang berjalan dengan sangat begitu cepat. Dan rumah saya ini juga sebagai ajang gendu-gendu rasa dengan semua kawan-kawan bloger. Lanjutkan membaca ‘Sugeng Rawuh’
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
