Tanggal 17 Agustus telah berlalu. itu berarti gegap gempita dengan segala keramaian yang ada dengan berbagai perlombaanpun telah usai. Kemerdekaan Negara Indonesia yang sudah berumur enampulun tiga tahun adalah suatu perjalanan yang sangat panjang dan berliku-liku. Suatu perayaan yang selalu di isi dengan acara perlombaan dan upacara ini adalah sudah menjadi tradisi bangsa ini. dimana-mana bendera berkibar dengan penuh gagahnya. namun sepertinya setiap tanggal 17 Agustus datang, kang Badrun tidak merasakan gegap gempita di desanya. Desa Buluhsari kecamatan Puring Kebumen seperti hari-hari biasanya. Mereka tidak mempersiapkan apapun untuk menyambutnya. Mereka bekerja seperti hari-hari yang lalu pergi kesawah memanen padi atau memetik kangkung untuk kemudian dijual dipasar sebagai hasil tambahan membeli kebutuhan pokok.
kalau disetiap depan rumah-rumah dipasang bendera merah putih maka didepan rumah kang Badrun seperti hari biasanya daun nyiur yang melambai-lambai membawa angin menambah hawa kesejukan yang masuk kedalam rumah kang Badrun.
” Wah untuk membeli bendera saja kita tidak mampu mas” kata Kang Badrun sambil menghisap rokoknya yang hampir habis.Bendera merah putih sebagai lambang negara tidak menghiasi Buluhsari. Dusun itu jauh dari keramaian hingar-bingar kemerdekaan lengkap dengan perayaannya. Buluhsari masih tetap dengan keramaian suara-suara jangkrik malam. Lampu-lampu hias warna-warni pun tidak ada hanya lampu teplok dan petromak yang hampir habis spritusnya. jikalau ada listrik itupun hanya ikut nyalur dari tetangga sebelah karena sudah lama dusun itu tidak ada listrik. lalu bagaimana dengan kang Badrun-kang Badrun yang lain. benarkan negeri ini benar-benar telah merdeka………hanya anda yang bisa menjawabnya.
0 Tanggapan ke “Hayooooo siapa yang sudah merdeka”